Memenuhi Harapan Pemerintah, FK UPNVJ Dirikan Prodi Dokter Spesialis Radiologi

WhatsApp_Image_2022-07-07_at_9.03.50_PM.jpeg

HumasUPNVJ – Dalam berbagai kesempatan, Presiden RI Joko Widodo, mengingatkan jajaran Kementerian Kesehatan bahwa ada distribusi dokter yang tidak merata yang menyertai kondisi kurangnya dokter Indonesia, terutama dokter spesialis. Sejumlah pertemuan yang dilakukan secara bersama oleh Kemenkes RI, Kemendikbud Dikti dan Kementerian Ketenagakerjaan, yang melibatkan para dekan Fakultas Kedokteran, mengupayakan jalan keluar untuk menghasilkan produksi dokter spesialis yang lebih banyak. Salah satu rekomendasi yang muncul adalah perlunya penambahan yang signifikan program-program dokter spesialis, terutama dalam kerangka Academic Health System(AHS). Dirjen Dikti dalam beberapa pertemuan menyatakan dukungannya kepada fakultas kedokteran yang telah memenuhi syarat untuk dapat segera mendirikan Program Studi Dokter Spesialis. 

Merespon harapan pemerintah tersebut, UPN Veteran Jakarta yang sudah memiliki Fakultas Kedokteran berakreditasi unggul, menindaklanjuti pendirian  program studi baru yaitu program studi Dokter Spesialis Radiologi. Progres pendirian Prodi Spesialis ditandai antara lain dengan Visitasi Lapangan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) untuk menilai kelayakan penyelenggaraan Prodi Spesialis tersebut, yang berlangsung pada hari Kamis 7 Juli 2022, bertempat di RS Pendidikan Utama FK UPN Jakarta, yakni Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Gatot Subroto. Visitasi Lapangan oleh Konsil Kedokteran (KKI) Indonesia, dalam hal ini Devisi Pendidikan KKI, juga dihadiri oleh Rektor UPNVJ beserta jajaran, Karumkit RSPAD beserta jajaran, Kolegium Radiologi Indonesia, Dekan FK UPNVJ beserta para wakil Dekan, dan 18 orang dosen Prodi Spesialis Radiologi FK UPNVJ. Visitasi  ddilakukan  secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, bertempat di RSPAD.

WhatsApp_Image_2022-07-07_at_9.03.51_PM.jpeg

Dalam sambutannya, Rektor UPNVJ  menjelaskan kondisi dokter spesialis yang ada di Indonesia sekarang ini, “Kita semua paham betul, dan selalu disampaikan dalam berbagai kesempatan oleh para pejabat dilingkungan kementerian kesehatan tentang kurang nya jumlah dokter spesialis di Indonesia, bahwa rasionya jauh dari rasio ideal. Kondisi ini tentunya sangat berdampak pada layanan kesehatan untuk masyarakat. Untuk itu UPNVJ dengan segala potensi yang dimiliki oleh FK, bahwa FKUPNVJ yang sudah berdiri sejak tahun 1993 (29 tahun), alumni yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, dan status terakreditasi unggul untuk Program Studi sarjana kedokteran dan Program Studi Profesi, dan tentunya kelebihan yang kita miliki utamanya adalah RSPAD Gatot Subroto sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Diluar itu semua, UPNVJ dengan RSPAD memiliki hubungan darah yang kuat karena melihat sejarah bahwa RSPAD sebagai pendiri FK UPNVJ, selain itu kebersamaan visi  bela negara antara FK UPNVJ dan RSPAD menjadi pengokoh hubungan yang membedakan posisi UPNVJ dengan RSPAD dari awal hingga saat ini,” terang Rektor.

Prof. Erna menyebutkan bahwa program pendirian prodi baru ini bukan program untuk UPNVJ ataupun RSPAD tetapi ini adalah program untuk bangsa, mengikuti apa yang diarahkan oleh pemerintah. 

Sama halnya dengan yang dikatakan oleh Letnan Jenderal TNI. dr. A. Budi Sulistya, selaku Kepala RSPAD, bahwa kondisi Dokter Spesialis di Indonesia sekarang ini masih kurang berdasarkan rasio dokter dan penduduk/pasien. dr. Budi mengatakan distribusi dokter spesialis belum merata diseluruh provinsi di Indonesia. Pendirian Prodi Spesialis FK UPN dan RSPAD bahkan sudah mendapatkankan dukungan penuh dari jajaran pimpinan di atasnya. KaRumkit menyatakan dukungan yang penuh untuk melahirkan dokter spesialis yang dibutuhkan oleh bangsa.

Pendirian Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi FK UPNVJ juga mendapatkan dukungan penuh oleh Sesdirjen selaku Ketua Dewan Pengawas UPNVJ, Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, “Saya sepenuhnya mendukung UPNVJ dengan RSPAD untuk pendirian prodi baru, ini merupakan rangkaian sangat penting, karena dapat menjadi kontribusi untuk negara baik dalam kancah nasional dan internasional. Keberadaan spesialis ini sangat dibutuhkan di Indonesia pada seluruh wilayah, kedepannya prodi baru ini akan menopang seluruh masyarakat diseluruh wilayah. Harapan kami nantinya prodi baru ini dapat membantu pemerintah untuk mendisbutrikan seluruh dokter diseluruh wilayah, maka dari itu harus ditopang dengan Pendidikan yang mumpuni, dan FK UPNVJ adalah tempat yang tepat mengingat FK UPNVJ sudah terakreditasi unggul”, jelas Prof. Tjitjik.

Dekan FK UPNVJ, dr Taufiq Pasiak, dalam sambutannya menyatakan bahwa selain karena tuntutan perkembangan saintek yang membutuhkan pelayanan spesialis, juga karena ada kebutuhan masyarakat yang luar biasa besar untuk pelayanan yang lebih baik. Dikatakannya lagi bahwa Pendidikan spesialis di RSPAD merupakan suatu keniscayaan karena RSPAD pernah menyelenggarakan Pendidikan spesialis yang hospital based, sehingga suasana akademis memang sudah ada di lingkungan RSPAD. Kegiatan visitasi dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari tim FK UPNVJ, sesi diskusi dan peninjauan sarana dan prasarana prodi Spesialis Radiologi FK UPNVJ. Dalam exit conference yang disampaikan Ketua Devisi Pendidikan KKI Prof Dr.dr.Bachtiar Murtala, SpRad (K) dinyatakan bahwa FKUPN dan RSPAD sesungguhnya telah sangat siap dengan SDM, lingkungan akademis dan sarana prasarana penyelenggaraan Pendidikan spesialis. Itulah sebabnya, devisi Pendidikan KKI menyatakan bahwa KKI memberikan dukungan sehingga penyelenggaraan Pendidikan ini dapat memenuhi amanah dan harapan pemerintah bagi pemerataan Kesehatan di seluruh tanah air. 

WhatsApp_Image_2022-07-07_at_9.03.52_PM.jpeg

Berita Sebelumnya

Hadirkan Prof. Tjitjik dan Prof. Emeritus Dato’ Seri Dr Mohamed Mustafa Ishak, LPPM Gelar “Internationalization of Research and Publication” 2022

Berita Selanjutnya

Rektor Umumkan Peraihan Peringkat Terbaik IKU UPNVJ Tahun 2022