Bahas Bela Negara, Rektor UPNVJ Dialog Bersama Mayjen TNI Dr. Jubei Levianto Staf Ahli Menhan Bidang Sosial

 

HumasUPNVJ - Mudahnya akses internet saat ini di seluruh golongan masyarakat, membuat dengan mudahnya serangan terorisme dan radikalisme masuk dalam informasi yang kita terima dan tanpa kita sadari bisa mengancam pertahanan negara.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Mayjen TNI Dr. Jubei Levianto Staf Ahli Menhan Bidang Sosial melakukan kunjungan dengan Rektor UPN “Veteran” Jakarta (UPNVJ) dengan harapan UPNVJ bisa ikut serta dalam mencegah masuknya paham terorisme dan radikalisme ke masyarakat khususnya media sosial.

“Pertemuan ini bertujuan agar menambah strategi dan pemahaman nilai Bela Negara masyarakat juga khususnya dilingkungan mahasiswa, untuk mengcounter hal-hal yang berbau tetorisme dan radikalisme terkhusus pada dunia maya atau media sosial” ujar Dr. Drs Anter Venus Rektor UPNVJ dalam wawancaranya kepada tim Humas.

Pada kesempatan lain, Mayjen Jubei juga berharap dengan pertemuan ini UPNVJ bisa menjadi perantara antara Kementerian Pertahanan dan masyarakat untuk memberikan pemahaman lebih bagaimana menjaga dan melindungi pertahanan negara dari terorisme dan radikalisme.

“Saya yakin dan percaya Rektor dan jajaran di UPNVJ bisa menjadi jembatan perantara kami dalam memberikan pemahaman pasti tentang Bela Negara dan menjaga kedaulatan negara dari hal-hal yang bisa merusak pertahanan negara, dengan wawasan Bela Negara yang sudah tertanam pada mahasiswa Saya rasa itu lebih memudahkan kami dalam memberikan pemahaman tersebut” jelas Mayjen TNI Dr. Jubei Levianto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan RI.

Dalam kesempatan yang istimewa ini, Rektor UPNVJ juga memberikan cinderamata berupa buku terkait Bela Negara yang dibuat secara khusus oleh Rektor dan tim dosen UPNVJ.

Rektor_dan_Mayjen_TNI_Jubei_DSC07471.JPG

Berita Sebelumnya

Tingkatkan Minat Baca dan Literasi, Perpustakaan UPNVJ Siap Lakukan Akreditasi

Berita Selanjutnya

Diskusi Kependudukan Indonesia: Tantangan Kependudukan Indonesia dan Global