Mahasiswa UPNVJ Serukan Kepedulian Isu Kelestarian Hutan dan Perubahan Iklim

HumasUPNVJ - Alya Sabira, aktivis gender dan perubahan iklim dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ), melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto di Jakarta pada 13 April 2024.

Tidak sendiri, Alya berkunjung bersama Board International Forestry Students Association (IFSA) Faiha Azka Azzahira dalam membahas segala sesuatu mengenai lingkungan hidup, terutama seputar pengelolaan hutan.

"Generasi muda harus peduli dengan isu kelestarian hutan dan perubahan iklim sejak dini karena hal itu akan menentukan nasib dunia di masa yang akan datang," kata Alya.

"Perempuan dan anak-anak adalah pihak yang rentan terhadap perubahan iklim," lanjut duta UNICEF di COP 28 Dubai itu.

Menurut Alya, peran perempuan di era global penting karena mereka dapat berperan aktif langsung di tingkat tapak untuk menggerakkan kepedulian terhadap lingkungan dan membudayakan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Sementara itu, Faiha Azka Azzahira menekankan pentingnya peran hutan sebagai solusi berbagai isu yang mengemuka saat ini, terutama perubahan iklim. "Hutan harus dikelola secara lestari untuk kepentingan manusia dan keanekaragaman hayati," ucapnya.

Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan

Generasi muda yang masuk dalam kelompok umur Gen-Z dan Milenial dinilai memiliki kreativitas dan penuh gagasan inovatif serta mampu mengoptimalkan perkembangan teknologi sehingga bisa menjadi bekal untuk mendukung pengelolaan hutan lestari di masa depan.

Agus Justianto menyatakan bahwa pengelolaan hutan di masa depan tidak lagi hanya mengandalkan pada pemanfaatan kayu, tetapi Multi Usaha Kehutanan.

"Generasi muda kelompok Gen-Z dan Milenial yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi diharapkan bisa menjadi pilar implementasi Multi Usaha Kehutanan," kata Agus setelah menerima kunjungan Alya dan Faiha.

Menurut dia, usaha pemanfaatan hutan dalam Multi Usaha Kehutanan membuka optimalisasi pemanfaatan berbagai komoditas hasil hutan non kayu. Komoditas berharga mahal seperti vanili, kopi, fitomarmaka, dan lain-lain bisa dikembangkan di hutan dengan pola agroforestry.

Selain itu, Multi Usaha Kehutanan juga membuka peluang pemanfaatan ekowisata dan jasa lingkungan, lanjutnya, yang dapat berkembang berkat kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi seperti media sosial sebagai sarana promosi.

Dia menyatakan, pentingnya pengelolaan hutan lestari sebagai penyangga kehidupan manusia. Selain memiliki fungsi ekonomis, hutan juga memiliki fungsi ekologis, hidrologis, dan klimatologis sehingga menjadikan peran hutan dalam persoalan pengendalian perubahan iklim semakin penting.

"Generasi muda kelompok Gen-Z dan Milenial diharapkan bisa ikut menyuarakan pentingnya peran hutan Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim global," katanya.

Gen-Z merupakan generasi kelahiran antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Sementara Milenial merupakan generasi kelahiran antara awal 1980-an hingga pertengahan 1990-an.

(*wit/HumasUPNVJ)

Berita Sebelumnya

Mahasiswa UPNVJ Adu Gagasan dan Logika Pada KDMI Tahun 2024

Berita Selanjutnya

Semarak Peringati Hari Lahir Kartini, DWP UPNVJ Gelar Lomba Lilit Kain Wiru, Peragaan Busana dan Lomba Masak