Pekanlit 2024: Kisah Inspiratif dari Penerima Hibah INKUBIZ UPNVJ

HumasUPNVJ – Dalam acara Sharing Session sukses bisnis yang diselenggarakan sebagai rangkaian acara Pekan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UPN "Veteran" Jakarta (Pekanlit UPNVJ) 2024 hari pertama (27/08), dua penerima hibah INKUBIZ, Layli dan Catur Nugrahaeni, M.Kom, membagikan kisah sukses dan pengalaman mereka dalam membangun usaha.

Layli, pendiri dari Brounice, memulai sesi dengan menjelaskan latar belakang dan alasan ia mendirikan bisnis tersebut. Dengan tujuan menciptakan brownies yang tidak hanya enak tetapi juga tahan lama hingga satu tahun, Layli melihat peluang besar dalam menciptakan produk yang praktis dan mudah dibawa kemanapun.

IMG_8819.JPG
Sesi Diskusi 

Salah satu keunggulan utama Brounice adalah gluten-free, menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang alergi gluten atau sedang menjalani program diet. Layli, yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang tata boga, sebelumnya juga pernah mengelola bisnis minuman susu dengan jelly, yang menunjukkan dedikasinya dalam dunia food and beverage.

Dalam perjalanan bisnisnya, Layli mengakui dukungan yang luar biasa dari UPNVJ, baik dari segi pendanaan maupun fasilitas untuk memasarkan produknya. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah keberhasilan Brounice menembus pasar internasional, hingga ke Australia, berkat jaringan yang dibangun dengan tekun oleh Layli.

WhatsApp_Image_2024-08-27_at_16.26.50_9526dedd.jpg
Sesi Diskusi Peserta dengan Layli, pendiri dari Brounice

Sesi kemudian dilanjutkan dengan Catur Nugrahaeni, M.Kom, seorang dosen UPNVJ yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK). Catur berbagi tantangan yang dihadapinya selama membimbing mahasiswa dalam program inkubasi bisnis. Menurutnya, hambatan sering kali muncul dari konflik internal dan jadwal bimbingan yang bentrok, namun semua itu dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi seperti Zoom.

Catur memberikan pesan penting bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha, yakni untuk selalu memulai dari kemauan diri sendiri dan melihat potensi yang dimiliki, baik itu dalam bentuk keterampilan atau minat pribadi. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam mengembangkan produk dan mengingatkan agar tidak patah semangat, serta pentingnya menyusun proposal bisnis yang baik untuk mendapatkan pendanaan.

WhatsApp_Image_2024-08-27_at_16.26.56_c2ffb7f1.jpg
Sesi Diskusi Peserta dengan Catur Nugrahaeni, Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan

Selain itu, Catur menyoroti pentingnya memberikan reward bagi mahasiswa yang ia bimbing, baik yang berhasil lolos maupun yang belum berkesempatan lolos dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Expo. Menurutnya, penghargaan ini penting untuk memotivasi mahasiswa agar terus berusaha dan mencoba program hibah yang tersedia.

Sebagai penutup, Layli membagikan tips dan trik agar bisnis bisa bertahan hingga lima tahun. Menurutnya, inovasi rasa baru, kemasan yang menarik, rebranding, dan penguatan pemasaran digital melalui media sosial adalah kunci utama. Ia juga menekankan pentingnya mengikuti tren yang sedang viral, seperti di TikTok, untuk menarik perhatian pasar muda.

Catur mendukung pernyataan Layli, menambahkan bahwa inovasi harus selalu menjadi bagian dari jiwa seorang wirausahawan. Menurutnya, jika produk yang dihasilkan diikuti oleh banyak orang, itu pertanda produk tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat. Sebagai dosen pendamping, Catur menekankan pentingnya memahami aspek-aspek bisnis dan kewirausahaan agar dapat memberikan bimbingan yang efektif dan membuka berbagai peluang bagi mahasiswa.

 

Berita Sebelumnya

Pekanlit 2024: Workshop Digital Marketing Bersama Indah Dara Puspa, Strategi Efektif untuk UMKM

Berita Selanjutnya

Pekanlit 2024: Aidil Akbar Madjid Bahas Pengelolaan Keuangan Pribadi dan Bisnis