Hadirkan Prof. Tjitjik dan Prof. Emeritus Dato’ Seri Dr Mohamed Mustafa Ishak, LPPM Gelar “Internationalization of Research and Publication” 2022

HumasUPNVJ - Sebagai negara berkembang berpenghasilan menengah, tekanan bagi Indonesia untuk membangun daya saingnya dalam hal institusi pendidikan tinggi semakin meningkat. Untuk mencapai predikat tersebut, perguruan tinggi setidaknya harus unggul dalam tiga aspek: reputasi akademik, reputasi internasional, dan kualitas penelitian. Dalam hal penelitian, kinerja penelitian dan pendanaan penelitian Indonesia tertinggal dari sebagian besar negara tetangga Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan negara-negara berpenghasilan menengah. Hasil penelitian biasanya diukur dalam bentuk publikasi ilmiah dan paten (internasional). Dalam hal ini, kinerja Indonesia agak buruk. Menurut SCImago Journal and Country Rank1 , selama periode 1996-2008 Indonesia hanya menerbitkan 9.194 dokumen ilmiah, menempatkan produktivitas ilmiahnya di bawah Bangladesh, Kenya, Lithuania dan Nigeria – dan jauh di bawah negara tetangga Thailand, Malaysia, dan Singapura. Investasi Indonesia dalam penelitian adalah salah satu yang terendah di kawasan ini, dengan pengeluaran bruto sebesar 0,25 persen dari PDB pada tahun 2017. Meskipun meningkat dari 0,09 persen pada tahun 2013, masih jauh di bawah Singapura (2,2 persen dari PDB), Malaysia (1,4 persen dari PDB), Thailand (0,6 persen dari PDB) dan bahkan Vietnam (0,4 persen dari PDB).

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai unit yang dimandatkan untuk pengembangan penelitian universitas adalah salah satu yang dapat berperan dalam upaya ini di tingkat universitas. LPPM UPNVJ dalam hal ini menginisiasi inisiatif dan komitmen untuk meningkatkan kinerja penelitian Universitas di tingkat internasional, termasuk dengan mengadakan seminar terkait internasionalisasi penelitian universitas.

Seminar internasionalisasi LPPM, “Internationalization of Research and Publication” digelar hari ini, dengan menghadirkan Prof. Emeritus Dato’ Seri Dr Mohamed Mustafa Ishak (Rector of City University Malaysia, former Malaysian Higher Education Director-General) dan Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, Dra. PhD (Acting Secretary, Directorate of Higher Education, Indonesian Ministry of Higher Education and Culture). Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta yang hadir melalui hybrid, bertempat di Gedung Auditorium Bhinneka Tunggal Ika dan zoom meeting terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan masyarakat umum(4/7)

IMG_9962.JPG

Prof. Erna selaku Rektor UPNVJ menjelaskan bahwa kegiatan ini akan membawa banyak output yang bermanfaat untuk kampus, “Hari ini kita mendapatkan kesempatan yang sangat berharga dengan kedatangan dua narasumber yang sangat berharga. Bapak ibu, ini adalah suatu acara yang sangat berharga dan bermanfaat untuk kampus. “Internationalization of Research and Publication”, tentunya UPNVJ terus memiliki program percepatan mengenai riset dan publikasi. Terimakasih Prof. Tjitjik untuk selalu menyempatkan hadir dan memberi dukungannya untuk program percepatan khususnya di UPNVJ. Prof Tjitjik akan menyampaikan strategi riset yang terbaik untuk UPNVJ, terimakasih juga untuk Prof. Mustafa, yang akan menyampaikan informasi dan ilmu terkait riset dan publikasi yang ada di Universiti Malaysia, agar bisa dipelajari di UPNVJ,” ucap Rektor.

“UPNVJ masih terus membutuhkan dorongan dari berbagai pihak untuk percepatan ini, bukan hanya untuk pemenuhan IKU ataupun akreditasi tetapi benar – benar secara keseluruhan, sampai dengan hal riset dan publikasi. Secara kuantitas jumlah publikasi dosen UPNVJ alhamdulillah mendapatkan peningkatan, ini suatu kebanggan bagi kami. Tetapi ketika diketemukan dengan indikator akreditasi, kami masih ada kekurangan disisi lainnya. Maka dari itu kami berharap dengan adanya seminar ini dapat menambah banyak ilmu untuk UPNVJ terapkan dikemudian hari,” tutupnya.

Prof. Tjitjik menyampaikan bahwa kebijakan riset tidak lepas dari visi Indonesia 2045, “Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, semoga dapat menambah pemahaman kita khususnya dibidang riset dibanding negara tetangga. Fokus riset Indonesia harus difokuskan untuk Digital Economy, Green Economy, Blue Economy, Technology and Medical Services, Tourism and Creative Economy, dan Apropiate Technology and STEM,” Jelas Prof. Tjitjik.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Prof. Emeritus Dato’ Seri Dr Mohamed Mustafa Ishak dan ditutup dengan sesi diskusi.

IMG_0004.JPG

Berita Sebelumnya

Bahas KJMU, UPNVJ Terima Kunjungan P40P, Dinas Pendidikan DKI dan Bank DKI

Berita Selanjutnya

Memenuhi Harapan Pemerintah, FK UPNVJ Dirikan Prodi Dokter Spesialis Radiologi