Rektor UPNVJ Hadiri Kegiatan Peluncuran Merdeka Belajar Episode ke - 21, “Dana Abadi Perguruan Tinggi”

HumasUPNVJ - Kebijakan Merdeka Belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Merdeka Belajar memiliki dua puluh episode, diantaranya, episode 1 Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar, episode 2 Kampus Merdeka, episode 3 Perubahan Mekanisme Dana BOS, episode 4 Program Organisasi Penggerak, episode 5 Guru Penggerak, episode 6 Transformasi Dana Pemerintah untuk Perguruan Tinggi, episode 7 Program Sekolah Penggerak, episode 8 SMK Pusat Keunggulan, episode 9 KIP Kuliah Merdeka, episode 10 Perluasan Program Beasiswa LPDP, episode 11 Kampus Merdeka Vokasi, episode 12 Sekolah Aman Berbelanja dengan SIPLah, episode 13 Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesiana, episode 14 Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual, episode 15 Kurikulum Merdeka dan PlatformMerdeka Mengajar, episode 16 Akselerasi dan Peningkatan Pendanaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Kesetaraan, episode 17 Revitalisasi Bahasa Daerah, episode 18 Merdeka Berbudaya dengan Dana Indonesiana, episode 19 Rapor Pendidikan Indonesia dan episode ke 20 adalah Praktisi Mengajar. Pada hari ini, tepatnya Senin 27 Juni 2022, bertempat di Gedung D Kemendikbudristek, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim didampingi Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Plt. Dirjen Dikti, Prof. Nizam meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Episode 21, yaitu “Dana Abadi Perguruan Tinggi”. Kegiatan peluncuran ini dihadiri oleh 59 Rektor Perguruan Tinggi Negeri diseluruh Indonesia, salah satunya Rektor UPN Veteran Jakarta, Prof. Erna Hernawati.

Screen_Shot_2022-06-27_at_09.37.50.png

“Berkat dukungan dari banyak pihak, kami kemendikbud ristek telah berhasil mengumpulkan 20 episode merdeka belajar, dan hari ini kita akan meluncurkan episode bar uke 21, yaitu “Dana Abadi Peguruan Tinggi”. Saya juga berterima kasih kepada kemenkeu karena selalu hadir untuk mendukung kemendikbudristek. Seperti yang kita ketahui, negara kita bisa dibilang masih kurang dalam dana Pendidikan, untuk meningkatkan pendanaan perguruan tingi, kita harus menggalang kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta. Maka dari itu, poin penting yang ingin saya sampaikan adalah dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta, Negara kita, Indonesia akan memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan pendanaan di Pendidikan tinggi,” ucap Nadiem.

“Program Dana Abadi Perguruan Tinggi ditargetkan untuk PTNBH sebagai badan hukum yang dapat mengelola aset finansial secara independen, dikarenakan beberapa hal, diantaranya adanya fleksibilitas kemitraan dengan industry, adanya kebebasan untuk mengangkat dosen dan tenaga kependidikan, adanya keleluasan untuk mengembangkan fasilitas akademik non-akademik, dan otonomi untuk mengatur keuangan dan memiliki aset penuh (dana abadi),” lanjutnya.

Screen_Shot_2022-06-27_at_09.56.35.png

Sri Mulyani, Menteri Kemenkeu RI dalam sambutannya mengatakan bahwa investasi dibidang Pendidikan adalah investasi terbaik dalam sebuah negara, “Saya berharap dengan adanya banyak program kebijakan Merdeka Belajar ini semoga Pendidikan di Indonesia bisa semakin meningkat. Cara kita untuk meningkatkan Pendidikan bisa dimulai dari Pendidikan sejak dini, yaitu Paud. Investasi dibidang Pendidikan adalah investasi terbaik dalam sebuah negara. Saya titipkan seluruh anggaran yang begitu besar untuk Pendidikan anak anak kita di Indonesia. Saya tau semuanya tidak akan berjalan dengan lancar tetapi saya yakin kita semua bisa bekerja sama dengan baik untuk kemajuan Pendidikan Indonesia”, ucap Sri Mulyani.

IMG_0192.JPG

Berita Sebelumnya

1.738 Calon Mahasiswa Lolos SBMPTN di UPNVJ

Berita Selanjutnya

UPN Veteran Jakarta Kembali Adakan TOT Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan